Kabupaten Bandung

Sebanyak 85 unit armada angkutan kota (angkot) jurusan Soreang-Banjaran berstiker khusus hari memberikan pelayanan gratis pada penumpang.

Layanan angkot gratis ini beroperasi mulai dari Pukul 06.00-18.00 WIB. Dari total 154 angkot trayek Soreang-Banjaran hanya 85 angkot yang sudah berbadan hukum. Untuk delapan kali jalan atau empat rit, Dishub Pemkab Bandung mengganti ongkos jalan delapan orang per trip Rp 4.000 yang bersumber dari dana APBD.

“Pelayanan gratis ini dilakukan untuk menggalakan kembali penggunaan angkutan masal,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung, Teddy Kusdiana kepada detikcom saat ditemui di Terminal Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (27/4/2017).

Selain itu, Teddy berharap pelayanan angkot gratis ini menjadi salah satu kampanye dalam meningkatkan minat masyarakat, agar kembali memanfaatkan angkutan massal.”Kami ngin meningkatkan kembali minat masyarakat dalam meningkatkan penggunaan angkutan masal, karena saat ini terlalu banyak masyarakat katakan anak sekolah menggunakan model kendaraan transportasi roda dua dan menggunakan mobil pribadi,” tambahnya.

Teddy menerangkan, dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini peminat angkutan massal menurun drastis. Karena, mayoritas masyarakat menggunakan kendaraan pribadi. “Soal persentase berapa penurunannya, tentu cukup besar. Bisa dilihat juga hampir seluruh masyarakat kini banyak memilih kendaraan pribadinya untuk bepergian kemanapun,” katanya.

Akibatnya volume kendaraan di Kabupaten Bandung meningkat dan menjadi masalah kemacetan yang tak dapat terhindarkan. Untuk itu, pihaknya berharap layanan gratis selama satu hari ini berhasil dan akan kembali diterapkan untuk dirute lainnya. “Ayo naik angkot,” ajaknya.

Selain memberikan pelayanan angkot gratis kepada masyarakat, Dishub Pemkab Bandung juga mensosialisasikan kepada sopir angkot untuk tidak memberikan angkotnya kepada anak dibawah umur dan belum memiliki SIM seperti yang terjadi di Kota Bandung.

“Jika ada kami akan menindak tegas sopirnya,” ujarnya.

Warga Cangkuang, Dini (49) mengaku senang mendapat pelayanan angkot gratis. “Senang bisa menghemat ongkos, semoga bukan hari ini saja,” katanya.

Warga lainnya Ruhyat (75) warga Banjaran mengungkapkan, untuk mengembalikan minat masyarakat kembali menggunakan angkutan massal, seharusnya para sopir angkot meningkatkan pelayanan.

“Saya juga suka naik angkot. Tapi kadang suka ngetem dan supirnya tidak ramah. Jangan heran jika angkot ditinggalkan,” pugkasnya.

Sumber : news detik 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here