SUKABUMI, (PR).- Pemerintah Kabupaten Sukabumi meraih penghargaan dari Direktorat Jenderal Kependudukan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, Kamis, 27 April 2017. Kemendagri mengapresiasi kinerja Pemkab Sukabumi dalam pemenuhan data kependudukan berupa akta kelahiran bagi anak usia 0-18 tahun.

Apresiasi diberikan pemerintah pusat sehari pascapeluncuran penyerahan Kartu Identitas Anak (KIA), dan penyerahan akta kelahiran kepada seratus ribu anak berusia 18 tahun di Lapang Salabintana, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi.

Penyerahan Piala Penghargaan Pencapaian Target Nasional Akta Kelahiran kelompok 0-18 tahun itu, diterima Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono. Penghargaan dari pemerintah pusat tersebut, seiring Kabupaten Sukabumi menjadi satu-satunya daerah tidak hanya di Provinsi Jawa Barat dengan kepemilikan akta kelahiran mencapai 91,4 persen. Tapi menjadikan kabupaten sebagai kedua di nasional melampaui target pemerintah 85 persen di tahun 2018.

“Kami memberikan mengapresiasi atas kinerja Pemkab Sukabumi. Mereka telah membuktikan keberhasilan karena telah melampaui target kepemilikan akta kelahiran sebesar 85 persen secara nasional,” kata Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Ditjen Dukcapil Kemendagri, Muhammad Masduki.

Terkait mengenai keberhasilannya, kata Muhammad Masduki, menjadi salah satu prioritas program pembangunan Kabupaten Sukabumi tidak hanya pembangunan fisik. Tapi Penataan Administrasi Kependudukan, fokus pembangunannya meningkatkan cakupan kepemilikan kartu keluarga, KTP elektronik, akta kelahiran, dan akta kematian.

Muhammad Masduki mengatakan keberhasil Kabupaten Sukabumi merupakan momentum penting dalam mewujudkan visi dan misi Presiden RI Joko Widodo melalui program Nawa Cita. Salah satunya, perbaikan kualitas pelayanan publik dengan penguatan desa/kelurahan serta kecamatan sebagai ujung tombak.

“Seluruh aparat pemerintah didukung legislative hingga dinas terkait sudah menunjukkan kinerja baik untuk membangkitkan semangat masyarakat akan pentingnya identitas kependudukan akta,” katanya.

Sementara itu Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono mengatakan keberadaan anak tidak hanya hanya aset bangsa dan harus dilindungi agar menjadi generasi penerus yang berkualitas. Tapi kepemilikan identitas diri merupakan salah satu hak setiap warga.

“Karena anak merupakan aset bangsa dan negara. Maka seluruh hak harus diberikan negara kepada mereka. Termasuk pemberian jatidiri sebagai anak bangsa. Diantaranya, kartu KAI dan Akta Kelahiran,” katanya.***

Sumber : Pikiran Rakyat

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here