Gua Sunyaragi Cirebon, di tengah kota namun mengandung mistis.

Sebutan Cirebon Kota Udang, kini, julukan itu terasa tidak tepat lagi. Karena kota di pesisir utara Jawa Barat itu mempunyal banyak kekayaan kuliner, gua, selain udang.

Sebut saja di antaranya yang sudah terkenal tahu gejrot, nasi jamblang, sego lengko dan empal gentong juga intip, emping besar, kripik mlarat, tjampolay serta es doger.

Dalam hal wastra atau fesyen, Cirebon memiliki batik trusmi dan corak batik berupa gambaran awan yang dikenal sebagai motif mega mendung. Sementara keseniannya ada Sintren, Tarling, Gembyung, Sandiwara Cirebonan dan lukisan kaca. Dalam hal sejarah dan pusat peradaban ada Keraton Kasepuhan peninggalan Sunan Gunung Jati yang terpelihara indahnya, Gua Sunyaragi dan yang modern asadalah Waterland.

Cirebon memang mempunyai segalanya. Kini, Cirebon menjadi kota penting dan pusat lalu-lalang arus perekonomian di Pulau Jawa. Bayangkan, setelah jalur rel ganda (double track) selesai dibangun maka ada 200 perjalanan kereta api melintasinya tiap hari untuk jurusan Jakarta, Semarang dan Jogja.

Selain itu, jarak Cirebon ke Jakarta semakin dekat yaitu cukup empat jam saja berkat jalan tol Cipali. Belum lagi potensi baharinya yang sudah terkenal sejak lama. Sementara itu, Cirebon kini telah disesaki oleh 200 hotel. Apa arti semua itu? Cirebon adalah pusat pertumbuhan baru ekonomi yang tetap memelihara kekayaan berbagi ragam budaya khasnya yang wajib dinikmati.

Satu yang tak boleh dilupakan adalah peranan Kasepuhan yang saat ini dipimpin oleh Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadingrat SE sebagain pengayom sendi-sendi kehidupan orang Cirebon.

Pesona Cirebon selain Keraton Kasepuhan, masih ada lagi tempat wisata yang tak kalah menarik yakni Gua Sunyaragi yang letaknya di tengah kota. Sebuah situs menarik penuh dengan cerita melegenda. Bukan hanya itu saja, pada beberapa spotnya pengunjung seperti menemukan nuansa mistis.Misalnya tempat raja meditasi atau bersemedi.

“Cirebon itu sudah kuat di budaya. Sudah tidak perlu diragukan lagi atraksi dari sisi ini. Tetapi budaya saja tidak cukup, harus ditemukan commercial value-nya, sehingga menghasilkan kombinasi yang serasi, dan menjadikan Cirebon sebagai salah satu destinasi terbaik. Apalagi jaraknya dengan ibu kota, pusat market pariwisata sangat dekat,” ungkap Arief Yahya, belum lama ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: NetralNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here