Kampoeng Jazz 2017

Kampoeng Jazz yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Hukum Universitas Padjajaran  pada Sabtu (29/4) punya tema menarik yaitu Our Homage For Our Hometown, “Relive The Authentic Culture”. Tema ini dipilih karena Kampoeng Jazz ingin memberikan penghargaan kepada kota Bandung yang menjadi tuan rumah event tahunan ini.

Selain itu tema tersebut juga dipilih karena Kampoeng Jazz ingin membangkitkan derajat musisi lokal agar lebih dilirik publik Indonesia.

“Kenapa kita pakai tema ini kita ingin berterima kasih kepada kota Bandung yang ibaratnya sudah menjadi rumah bagi Kampoeng Jazz selama 8 kali perhelatannya. Jadi ibaratnya kali kesembilan ini kita ingin berterima kasih lah untuk kota Bandung itu sendiri” Ujar Muhammad Yaser selaku Project Officer Kampoeng Jazz 2017.

Kampoeng Jazz 2017, panggung spesial musisi lokal

Bisa dikatakan Kampoeng Jazz kali ini jadi panggungnya musisi lokal. Musisi besar Indonesia seperti Trio Lestari, Tulus, Kunto Aji, Sore, Bonita and The Husband memberikan bukti nyata bahwa kualitas musisi Indonesia patut diperhitungkan.

Penampilan Tulus

Yang enggak boleh dilupakan adalah penampilan dari Kolaborasi Budaya Bandung yang sangat melambangkan Indonesia. Untuk event musik sekelas Jazz, jarang ada yang terpikir untuk mengangkat budaya Indonesia, jadi hal ini perlu diapresiasi. Stage yang tersedia pada event ini ada dua yaitu Main Stage yang diberi nama Dipatiukur dan Lounge Stage yang diberi nama Dago.

5 Petani

“Kita punya dua stage, stage pertama kita namakan Dago Stage. Kenapa Dago? Karena Dago itu melambangkan Dago banget. Kedua itu Dipatiukur, kenapa Dipatiukur? Karena kita tahu acara diadakan di Dipatiukur” tambah Yaser.

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, event Kampoeng Jazz 2017 bisa dikatakan momen bagi musisi lokal untuk bersinar. Tahun lalu bintang acara didominasi oleh musisi internasional, tapi kali ini musisi lokal justru menjadi bintang utamanya.

“Lewat acara ini kita ingin hidupkan kembali budaya-budaya kota Bandung” tambahnya.

Selama ini publik Indonesia memang cenderung lebih antusias ketika menonton perform dari musisi internasional tapi event Kampoeng Jazz ini menggugah kembali selera publik dengan musik-musik lokal. Event ini juga jadi bukti kalau ternyata anak bangsa punya sesuatu yang bahkan lebih baik dari negara lain.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: PapaSemar

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here