Anak anak sedang memancing di Pantai Balongan Indah, Indramayu

Kabupaten Cirebon selaku garis batas Jawa Barat dengan Jawa Tengah memiliki ragam wisata yang cukup banyak. Namun potensi wisata di utara Jawa itu dirasa masih kurang terkenal.

Hartono selaku Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Cirebon mengungkapkan bahwa dulu Kabupaten Cirebon hanya identik dengan wisata religi. Cirebon hanya ramai saat momen-momen tertentu seperti ziarah atau libur mudik Lebaran.

“Kabupaten Cirebon hanya menjadi tempat transit. Kalau hanya mengandalkan wisata religi atau kuliner saja, makanya mulai sekarang kita galakkan beberapa program strategi untuk mendorong pariwisata. Karena akses juga terus dibangun, seperti Bandara Jawa Barat, Tol Cipali, dan yang lainnya,” ujarnya pada KompasTravel saat menghadiri West Java Travel Mart (WJTM).

Pihaknya telah merencanakan berbagai koordinasi dengan dinas terkait, antara lain Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, dan yang lainnya. Selain itu Kabupaten Cirebon akan lebih banyak berkoordinasi dengan para penggiat pariwisata, organisasi dan serikat pariwisata.

“Salah satu koordinasi yang kita lakukan dengan para penggiat pariwisata yaitu ini (WJTM), akan kita buat rutin tiap tahun dan semakin besar,” ujar Hartono saat pidato pembukaan WJTM.

Selain itu, dirinya pun tak mau mengabaikan potensi wisata religi yang sudah terbangun. Menurutnya tinggal destinasi Sunan Gunung Jati saja yang belum dibangun layaknya wisata religi kedelapan sunan lainnya.

Ke depannya, ia akan mendorong pemerintah melakukan standarisasi seperti delapan makam sunan lainnya. Saling berintegrasi, termasuk dengan keraton Kasunanan Cirebon.

Menurut Hartono, keberadaan kota-kota di sekitar Kabupaten Cirebon pun harus disinergiskan. Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning) memiliki kekuatan masing-masih dalam hal wisata.

“Ke depan pastinya kita akan berintegrasi penuh dengan Ciayumajakuning untuk mendongkrak wisata bersama. Ini sudah dikordinasikan pula pada para penggiat wisata, supaya membuat trip-trip Ciayumajakuning, supaya tidak bosan. Nanti wisata religinya di Kabupaten Cirebon, alamnya di Majalengka-Kuningan, nginep sama belanja bisa di Cirebon,” ungkapnya.

Terakhir, yang menurutnya tak kalah penting ialah mengelola aset-aset kebudayaan.   ia ingin Cirebon lebih mengelola aset budaya dan keseniannya sehingga bisa menunjang pariwisata, bahkan sebagai atraksi pariwisata.

Saat ini, setiap acara seremonial hingga sambutan tamu-tamu dinas di Kabupaten Cirebon wajib menggunakan tarian Topeng, yang merupakan tarian adat Cirebon.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: Kompas

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here