Kiper Persib Muhammad Natshir

UNTUK pertama kalinya, jumlah penampilan penjaga gawang Persib Bandung Muhammad Natshir Fadhil Mahbuby bakal segera melewati seniornya I Made Wirawan. Garansi penampilan pada laga pekan ke-7 Liga 1 musim 2017 sudah dinyatakan oleh Pelatih Persib Djadjang Nurdjaman.

Keputusan itu tentu tidak dibuat Djadjang tanpa berlandaskan pertimbangan matang. Performa impresif Muhammad Natshir adalah alasannya. Dengan rangkaian refleks penyelamatannya,mantan kiper tim nasional U-23 itu turut berandil besar dalam kesuksesan Maung Bandung mengambil angka di Padang setelah menahan imbang Kabau Sirah 0-0, Sabtu, 13 Mei 2017.

Total empat penyelamatan dibuat oleh Muhammad Natshir. Dua di antaranya bahkan sangat krusial karena refleks sigap Natshir mementahkan peluang paling matang Semen Padang. Yang pertama, kiper 24 tahun itu‎ masih sanggup menepis bola kencang tembakan Marcel Silva Sacramento pada menit ke-53. Aksi ini tergolong brilian mengingat Marcel secara mendadak melepas tembakan keras sembari memutar badan di antara kerumunan pemain bertahan Persib.

Penyelamatan krusial juga dilakukan Muhammad Natshir dengan menepis tembakan diagonal jarak dekat Vendry Mofu yang meluncur di sela-sela kaki pemain bertahan pada menit ke-89.

“Deden (Panggilan akrab Natshir) grafik performanya sedang bagus dan masih stabil. Dia banyak melakukan save, belum pernah kebobolan. Akan sangat berisiko jika menganti kiper yang lagi on fire. Jadi pastinya dia akan tetap main pada laga selanjutnya, kecuali cedera saat latihan,” ujar Pelatih Djadjang Nurdjaman.

Pada musim-musim sebelumnya, Deden selalu tenggelam di bawah bayang-bayang Made. Durasi menit bermainnya tak pernah lebih banyak. Namun musim ini, kebijakan rotasi yang cukup gencar diterapkan oleh pelatih membuat penampilan Deden makin matang.

Bukan melulu atas dasar senioritas atau performa kekinian, rotasi juga dilakukan Djadjang dengan mempertimbangkan potensi pengaruh mental akibat rekor buruk sebelumnya. Misalnya, keputusan untuk memilih Muhammad Natshir ketimbang Made sebagai kiper utama pada laga tandang versus Persegres Gresik United dan Semen Padang salah satunya dilatarbelakangi hasil buruk musim lalu. Pada 2016, Persib kalah di Gresik (1-2) dan hancur di Padang (0-4). Saat itu, gawang dikawal Made. Rotasi dipilih sebagai upaya mengantisipasi kemungkinan trauma.

“Cukup sulit menentukan pilihan karena kami punya tiga kiper dengan kualitas bagus. Hasil-hasil pada laga sebelumnya menjadi salah satu pertimbangan. Bukan karena hasil buruk dulu itu kesalahan Made, tapi untuk lebih membawa penyegaran, terutama secara mental. Dan feeling saya menurunkan Deden sejak laga melawan Gresik terbukti tidak salah,” ujar Djadjang.

Sejauh ini, Djadjang mengklaim keputusan rotasi, khususnya pada posisi penjaga gawang terbukti berhasil. Pertandingan di Stadion H. Agus Salim Padang adalah penampilan ke-3 Deden sepanjang Liga 1. Jumlah laga yang sudah dia mainkan menyamai I Made Wirawan dan keduanya sama-sama punya rapor dua kali menang plus sekali imbang pada masing-masing tiga penampilannya.

Bedanya, dari tiga pertandingan tersebut, Made sudah kebobolan dua kali. Sebaliknya, Deden tampil gemilang karena tak pernah kebobolan.

Penyelamatan

Dengan rangkaian penyelamatan yang dia buat saat Persib secara beruntun menundukkan Persegres Gresik United dan Persipura Jayapura lalu menahan Semen Padang, Deden sudah menyalip Made untuk urusan jumlah aksi penyelamatan.

Kiper jebolan akademi Persib junior itu kini sudah melakukan 19 aksi penyelamatan, sementara Made 16 kali. Deden berada pada peringkat kedua kiper dengan jumlah penyelamatan terbanyak hingga pekan ke-6 Liga 1, di bawah kiper Persija Jakarta Andritany Ardhiyasa (26 penyelamatan).

Namun, Deden enggan jemawa memikul peran sebagai penyelamat Persib pada tiga penampilannya. Menurut dia, apa yang diraih Maung Bandung adalah hasil kerja kolektif tim.

“Saya hanya menjalankan tugas saya, mencegah gawang supaya tidak kebobolan. Rekan-rekan lain membantu dengan melapisi pertahanan untuk meredam serangan lawan. Jadi setiap hasil yang kami dapat adalah karena kerja keras bersama,” ujar Deden di Bandar Udara Internasional Minangkabau, Padang.

Sepulang dari Tanah Minang, Persib Bandung harus langsung kembali bersiap untuk menyambut laga penting pekan ke-7. Tamu yang datang bukan lawan gampangan. Borneo FC adalah tim solid dengan pertahanan kokoh. Pesut Etam juga  acap menimbulkan kesulitan melalui serangan balik cepat.

Setelah sakit hati karena disingkirkan Borneo FC pada babak semifinal Piala Presiden 2017, laga ini bisa menjadi arena pembalasan bagi Maung Bandung.

Stabilitas performa impresif lini pertahanan, khususnya penampilan apik Deden Natshir di bawah mistar gawang diharapkan terus berlanjut. Dengan demikian rekor tanpa kalah dan pantang kebobolan dalam lima laga dapat diperpanjang demi menjaga posisi Maung Bandung dalam jalur perebutan gelar juara.

Sumber: Pikiran-Rakyat

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here