ilustrasi

Dua pekan lagi, masyarakat muslim Kota Depok menyambut bulan suci Ramadan. Momentum tersebut, berusaha dimanfaatkan sejumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), salah satunya pengemis.

Tidak tanggung-tanggung, puluhan pengemis ssudah menyebar di Kota Depok. Yang paling menohok di Jalan Margonda Raya, anak hingga ibu-ibu menandah di tiap lampu merah, Minggu (14/05/2017).

 Salah seorang pengemis asal Indramayu, Dasimah (50) mengatakan, kedatangannya ke Kota Depok sudah menjadi tahun ketiga guna mencari rezeki dengan cara mengemis. Menurutnya, Kota Depok menjadi surga tersendiri dalam pencari peruntungan dari masyarakat Kota Depok, sehingga dia rela meninggalkan kampung halamannya.

“Sudah satu minggu saya di Depok, dan menetap tidak menentu,”.

Dasimah menuturkan, guna menghindari razia Satpol PP Kota Depok, dia mengemis dengan cara berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Dalam sehari, Dasimah mampu mengantongi uang dari pengguna jalan, maupun toko disekitar jalan sebanyak Rp300.000. Dalam sebulan, dia mampu mengantongi sekitar Rp8.500.000, untuk dibawa dia pulang kampung.

Rencananya, sambung Dasimah akan berada di Kota Depok hingga satu pekan setelah lebaran. Dia bersyukur, selama menjadi pengemis dengan bermodalkan empat lusin pakaian belum pernah terjaring razia.

 Walaupun nantinya terjaring razia, dia hanya bisa pasrah. “Mudah-mudahan jangan sampai ketangkap, kalau ketanggap saya tidak tahu nasib saya seperti apa nanti,” terang Dasimah.

Salah seorang penjaga toko di Jalan Raya Margonda, Ahmad Zulfikar (35) mengatakan, menjelang Ramadan sejumlah pengemis mulai menghiasi Kota Depok. Hal itu sudah sering terjadi diwilayah Kota Depok, dan seakan Depok menjadi tempat salah satu destinasi mengais rezeki dengan memanfaatkan belas kasih pengguna jalan.

 

Sumber: PojokJabar

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here