Bagi sebagian orang mungkin akan merasa takut dan merasa was-was saat berada dekat dengan hewan melata bernama ular, apalagi jika ularnya panjang dan besar tentu banyak orang lebih baik menyingkir dan menjauh. Tapi hal itu tidak terjadi bagi Nadin (26) sudah belasan tahun sebagai penari ular, dirinya sudah terbiasa dengan ular-ular yang memang di peliharanya.

Lenggak lenggok tubuhnya diatas panggung sambil dililit ular tentu sebuah pemandangan yang luar biasa bagi masyarakat, tariannya menyesuaikan dengan liukan ular yang dibawanya.

Iringan musik khas penari ular tak henti-hentinya mengiringi penari ular yang satu ini, sesekali tubuhnya ikut meliuk lemah gemulai seperti gerakan ular yang dibawanya.

“Saya sudah 14 tahun menekuni dunia tarian ular ini, setiap mentas mendapatkan bayaran antara 500 hingga satu juta rupiah,” ujar Nadin saat usai manggung disalah satu tempat hajatan

Dalam satu bulan, lanjut Nadin, ada yang sampai full manggung. Namun tidak setiap bulan penuh panggilan terkadang juga dalam satu bulan hanya beberapa kali manggung.

“Ya paling sedikit dalam satu bulan bisa manggung sekitar 10 kali, alhamdulillah selalu ada rejekinya,” tambah Nadin, yang merupakan warga dari Kabupaten Subang.

Sedangkan untuk perawatan ularnya sendiri, ular-ular miliknya dilakukan perawatan secara khusus yang memang harus diperlakukan secara eklusif atau dimanja. Sehingga saat dibawa manggung ular tersebut tidak bermasalah dan akan mengikuti setiap perintah tuannya.

“Saya punya 5 ekor ular yang biasa diajak manggung, untuk perawatan setiap bulannya mencapai jutaan rupiah,” tutup Nadin.

Sumber: PojokJabar

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here