DIPANTAU: Salah satu penjual daging ayam di Pasar Tradisional Kota Sukabumi saat menjajaki dagangannya yang tidak akan luput dari pantauan serta pengawasan dari Satgas Pangan Polres Sukabumi Kota.

Untuk mengantisipasi adanya oknum pedagang serta distributor bahan pokok untuk masyarakat di semua Pasar Tradisional Kota Sukabumi menjelang ramadan 1438 hijriah.

Polres Sukabumi Kota menurunkan Satgas Pangan untuk mengantisipasi adanya penjual serta distributor nakal.

Pasalnya, tim Satgas Pangan Polres Sukabumi Kota tersebut bakal menindak oknum pedagang serta distributor yang menjual kebutuhan pokok yang tidak sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Siap-siap saja berurusan dengan Satgas Pangan kalau ada penjual serta distributor nakal. Soalnya, yang menjadi korban adalah masyarakat yang menjadi konsumen,” ungkap Wakapolres Sukabumi Kota, Komisaris Ricardo Condrat Yusuf kepada Radar Sukabumi.

Ia menyebutkan, Satgas Pangan itu kini sudah mulai bergerak ke psar-pasar untuk menyelidiki adanya indikasi terjadinya pelanggaran dalam distribusi komoditas kebutuhan masyarakat.

Pasalnya, satgas tersebut bakal menindak oknum pedagang serta distributor yang memberatkan masyarakat.

“Di hari hari besar, indikasi adanya oknum yang bermain itu ada. Soalnya, hal itu didorong adanya peningkatan permintaan bahan pokok dari masyarakat setiap harinya. Makanya, hal itu kita akan antisipasi,” terangnya.

Jika hal itu ditemukan, lanjut Ricardo, pihaknya tidak akan segan-segan untuk menindak oknum-oknum tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 Pasalnya, setiap okum pejual maupun distributor itu sudah melanggar ketentuan HET yang seharusnya mereka laksanakan dalam jual-beli di lingkungan pasar tradisional Kota Sukabumi.

“Jika da yang bermain, mereka bisa kena sanksi undang-undang perlindungan konsumen, undang-undang pangan, undang-undang budi daya tanaman, maupun undang-undang persaingan usaha,” bebernya.

Dalam pelaksanaan tugasnya, kata Ricardo, Tim Satgas Pangan Polres Sukabumi Kota itu akan dibantu Diskoperindag.

Ricardo juga menghimbau, kepada para pedagang agar berjualand engan jujur dan tidak memberatkan para konsumen.

Sumber: PojokJabar

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here