Di Jawa Barat alias suku sunda ada beberapa upacara adat sunda yang dilakukan pada usia anak-anak. Beberapa diantaranya mari kita bahas :

Gusaran

Gusaran adalah meratakan gigi anak perempuan dengan alat khusus. Tujuannya agar gigi anak perempuan itu rata nampak bertambah cantik (kalau zaman sekarang mah pasang behel mungkin yaaach heee).

Upacara Gusaran dilaksanakan apabila anak perempuan sudah berusia tujuh tahun. Jalannya upacara yaitu anak perempuan setelah didandani duduk di antara para undangan, selanjutnya membacakan doa dan solawat kepada Baginda Rosul. Kemudian Indung beurang melaksanakan gusaran terhadap anak perempuan itu, setelah selesai lalu dibawa ke tangga rumah untuk disawer (dinasihati melalui syair lagu).

Selesai disawer, kemudian dilanjutkan dengan makan-makan. Biasanya dalam upacara Gusaran juga dilaksanakan tindikan, yaitu melubangi daun telinga untuk memasang anting-anting, agar kelihatan lebih cantik lagi.

Sepitan

Upacara sepitan adalah istilah sunda untuk acara sunatan/khitanan. Hal ini merupakan sesuai dengan syariat islam, dimana anak laki-laki wajib di khitan. Tujuannya agar alat vital bersih dan tidak menampung kotoran air kencing. Hal ini karena berkaitan dengan ke-syah-an ibadah sholat ketika si anak sudah baligh.

Anak yang telah menjalani upacara sunatan dianggap telah melaksanakan salah satu syarat utama sebagai umat Islam.

Sementara upacara Sepitan anak perempuan diselenggarakan pada waktu anak itu masih kecil atau masih bayi, supaya tidak malu.

Pada pelaksanaannya pagi-pagi sekali anak yang akan disunat dimandikan atau direndam di kolam sampai menggigil (kini hal semacam itu jarang dilakukan lagi berhubung teknologi kesehatan sudah berkembang). Kemudian dipangku dibawa ke halaman rumah untuk disunat oleh paraji sunat (bengkong). Banyak orang yang menyaksikan diantaranya ada yang memegang ayam jantan untuk disembelih, ada yang memegang petasan dan macam-macam tetabuhan sambil melantunkan marhaban (sekarang sudah jarang ditemui kebiasaan ini).

Bersamaan dengan anak itu disunati, ayam jantan disembelih sebagai bela, petasan disulut, dan tetabuhan dibunyikan . Kemudian anak yang telah disunat dibawa ke dalam rumah untuk diobati oleh paraji sunat. Tidak lama setelah itu para undangan pun berdatangan, baik yang dekat maupun yang jauh. Mereka memberikan uang/nyecep kepada anak yang disunat agar bergembira dan dapat melupakan rasa sakitnya. Pada acara ini adapula yang menyelenggarakan hiburan seperti wayang golek, sisingaan atau aneka tarian dan hiburan tradisional lainnya.

 

Sumber: PosJabar

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here