Tarawangsa atau jentreng mungkin masih terdengar asing ditelinga kita, karena memang kesenian yang satu ini masih jarang sekali orang yang tahu. Selain karena tarawangsa adalah kesenian khas dari Rancakalong Kabupaten Sumedang.

Tarawangsa merupakan salah satu jenis kesenian rakyat yang ada di Jawa Barat. Istilah “Tarawangsa” sendiri memiliki dua pengertian: (1) alat musik gesek yang memiliki dua dawai yang terbuat dari kawat baja atau besi dan (2) nama dari salah satu jenis musik tradisional Sunda.

Kesenian tarawangsa hanya dapat ditemukan di beberapa daerah tertentu di Jawa Barat, yaitu di daerah Rancakalong (Sumedang), Cibalong, Cipatujah (Tasikmalaya Selatan), Banjaran (Bandung), dan Kanekes (Banten Selatan). Dan yang akan kita ulas kali ini adalah Tarawangsa dari daerah Rancakalong kabupaten Sumedang.

Sejarah tarawangsa atau jentreng dimulai pada abad ke-8, dimana pada waktu itu masyarkat Rancakalong bermata pencaharaian bercocok tanam di ladang (huma). Menurut cerita yang beredar di masyarakat adalah, konon pada jaman baheula, di Tatar Sunda tidak ada bibit padi. Sehingga masyarakat Sunda pada waktu itu tidak dapat mengkonsumsi beras untuk makan sehari-hari. Untuk memenuhi kebutuhan perutnya, mereka mengganti beras dengan biji hajeli (jelai). Masyarakat Sunda pada masa itu sering mengamen ke daerah-daerah lain. Mereka pergi mengamen sampai ke wilayah Mataram. Kemungkinan besar Mataram pada waktu itu.

Seni tarawangsa atau jentreng dari Rancakalong tumbuh dan berkembang sesuai dengan kondisi kebudayaan yang hidup dalam masyarakat penyangganya. Oleh karena itu kesenian yang tumbuh pada masyarakat Sunda selalu terkait dengan mitos Dewi Sri. Begitu pula dengan kesenian tarawangsa atau jentreng di Rancakalong.

Seni tarawangsa atau Jentreng adalah upacara ritual yang berhubungan dengan magis religius untuk menghormati Dewi Sri. Masyarakat Rancakalong menyebutnya dengan nama Kersa Nyai dengan tujuan supaya Kersa Nyai tetap tinggal dan betah di Rancakalong. Hal ini sesuai dengan kebiasaan masyarakat yang menempatkan Seni Jentreng sebagai media pokok dalam penyelenggaraan upacara Nyalin atau panen padi.

Adapun alat musik Waditra Seni Tarawangsa adalah Kecapi yang berfungsi untuk mengiringi (mirig) Rebab (Tarawangsa) yang mempunyai dua kawat yang berfungsinya kawat satu sebagai guru lagu dan kawat yang kedua untuk goong.

Tarawangsa atau Jentreng biasanya dipentaskan pada acara syukuran tradisional, seperti, Ngaruat, Ngalaksa, Ngarosulkeun, Buku Taun, Panenan atau Pada acara syukuran seperti Menikahkan dan Sunatan.

Yang penasaran seperti apa upacara atau kesenian tarawangsa (Jentreng) silahkan datang ke Rancakalong Kabupaten Sumedang, datang ketika musim panen padi tiba, biasanya ritual ini dilaksanakan pada waktu itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here