PEMBUKAAN Kas Titipan Bank Indonesia di Kabupaten Subang di Kantor BJB cabang Subang

Setiap Ramadan dan Idulfitri, kebutuhan uang masyarakat di Jawa Barat selalu mengalami kenaikan. Hal itu membuat tahun ini Bank Indonesia Jabar menyiapkan tambahan sampai 20% dibanding biasanya.

Hal itu dikatakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Wiwiek Sisto Widayat, seusai peresmian Kas Titipan BI Kabupaten Subang di Kantor Bank Jabar Banten Cabang Subang, Rabu 24 Mei 2017.

Dia mengatakan, di level nasional, BI sudah menyiapkan Rp 167 triliun selama Ramadan dan Idulfitri tahun ini. Khusus di Jawa Barat, telah menyiapkan tambahan 10% hingga 20% dari kebutuhan reguler.

“Pengalaman tahun sebelumnya kebutuhan Ramadhan dan Idul Fitri naiknya 10 – 15 persen. Jadi yang tersedia saat ini Rp 11 – Rp 12 triliun, ditambah menjadi Rp 14 -Rp 15 triliun. Itu cukup memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar dia.

Kebutuhan Subang meningkat

Wiwiek juga mengatakan Bank Indonesia telah membuka Kas Titipan BI di kantor BJB Cabang Subang, itu terkait meningkatnya kebutuhan uang tunai di Kabupaten ini dalam rentang waktu tiga tahun terakhir.

Plafon uang yang disiapkan guna memenuhi kebutuhan masyarakat Subang, termasuk mencukupi persediaan kas perbankan di Kabupaten Subang senilai Rp 150 miliar. Dengan adanya Kas Titipan tersebut, warga atau pelaku usaha yang membutuhkan uang tunai dalam jumlah besar, tak perlu ke Bandung lagi. Mereka kini bisa langsung dilayani di Kas Titipan BI.

“Tahap awal plafon yang kami siapkan di Kas Titipan BI ini Rp 150 miliar. Sambil berjalan dilihat perkembangannya dan dievaluasi. 1-2 minggu ke depan, bila kebutuhan dananya lebih besar bisa ditambah hingga Rp 200 miliar, tapi pastinya tergantung hasil evaluasi dan kebutuhan,” ujar Wiwiek.

Di Jawa Barat, Lanjut Wiwiek, Kas Titip BI di Subang ini yang kedua. Sebelumnya yang pertama diresmikan di Sukabumi tahun 2016 lalu. Subang dipilih karena melihat potensinya. Apalagi ke depan akan menjadi sentra ekonomi Jabar, termasuk pula rencana pembangunan pelabuhan internasional, itu semua menjadi perhatian.

Kemudian lokasinya strategis sebagai daerah transit maupun tujuan. Perbankannya juga cukup maju. Tercatat ada 23 kantor cabang di Subang, dan performa banknya terus naik dan menjanjikan.

“Perkembangan APBD Subang terus naik, termasuk perkembangan pengerahan dana pihak ketiga oleh perbankan tiga tahun terakhir meningkat pula,” ujar dia.

Sebelum peresmian, diawali penandatanganan perjanjian kerjasama antara BI Jabar dengan BJB Subang. Setelah itu peresmian ditandai pemukulan gong oleh Plt Bupati Subang Imas Aryumningsih. Dilanjutkan dengan gunting pita ruangan pelayanan. Hadir di acara itu Kepala Group Departemen Pengedaran Uang BI, Luctor Tapiheru, Pimpinan Wilayah I BJB Isa Anwari, Muspida dan pimpinan perbankan Subang.

 

Sumber: Pikiran-Rakyat

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here