Kuda Renggong merupakan arak-arakan khas tanah sunda yang dapat jadi atraksi wisata untuk turis. Sayangnya, kini kebudayaan itu nyaris punah.

Kata renggong berasal pembalikan dari kata ronggeng. Kuda yang menjadi media untuk atraksi dilatih supaya bisa menari. Kesenian ini dulunya lahir dari Sumedang, Jawa Barat.

Alat musik yang mengiringi arak-arakan ini berupa gong. Kuda akan menari sesuai dengan pukulan gong.

“Ini acara khusus untuk khitanan,” Ujar Agus, salah satu warga Desa Kecamatan Kertasari kepada detikTravel beberapa waktu lalu.

Saat ini arak-arakan tidak hanya diiringi dengan alat musik Gong. Musik tambahan berupa dangdut akan ditambahkan untuk memeriahkan suasana. Acara ini menjadi hiburan tersendiri bagi warga desa.

“Foto itu kudanya,” ujar salah satu warga.

Joki dari kuda renggong adalah anak-anak. Dandanan joki pun tak kalah seru dari kuda yang dihiasi dengan pelana rajut warna-warni. Biasanya joki akan diberi kostum seperti gatot kaca.

Seperti yang disaksikan oleh detikTravel beberapa minggu lalu, Saat gong dan musik dimainkan, kuda akan menari. Tapi kuda tidak dilepas menari begitu saja, tetap ada pawang yang mengendalikan tariannya. Sehingga anak kecil yang menjadi joki dipastikan aman.

Warga akan langsung berdatangan begitu mendengar bunyi gong dan musik yang diputar. Berebut untuk melihat arak-arakan ini dari dekat.

Sayang sekali, saat ini Kuda renggong tidak lagi menjadi primadona pesta khitanan di kota besar. Padahal Kuda Renggong merupakan identitas asli warisan masyarakat sunda. Mari kita lestarikan salah satu budaya kita.

 

Sumber: Detik

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here