Naskah drama bahasa Sunda “Nu Jaradi Korban” karya (Alm) Hidayat Suryalaga, merupakan cerita drama konflik di dalam rumah tangga. Namun saat dimainkan oleh Kelompok Teater NOL SMAN 1 Jawilan Serang, Banten, Selasa (22/2), mampu mengundang tawa sekira 700 orang penonton yang memadati Gedung Kesenian Rumentangsiang, Jalan Baranangsiang 1, Kosambi, Bandung, hingga ke bibir panggung.

Tertawanya sekira 700 orang anak pelajar yang memadati satu-satunya gedung kesenian di Kota Bandung yang sebenarnya memiliki kapasitas untuk 400 orang tersebut, merupakan peristiwa yang tidak lazim. Tapi karena mereka menganggap dialog dengan bahasa Sunda yang serius ditampilkan saat terjadi keributan dalam rumah tangga antara kakak beradik, mereka menganggap sesuatu peristiwa langka dan lucu.

Festival Drama Basa Sunda untuk tingkat SLTA se-Jawa Barat dan Banten yang diselenggarakan untuk pertamakalinya diikuti 46 peserta atau kelompok teater.

Menurut Pupuhu Teater Sunda Kiwari, R. Dadi P. Danusubrata, dengan digelarnya Festival Drama Basa Sunda tersebut, diharapkan bisa membawa para pelajar untuk lebih mencintai seni dan budaya Sunda secara lebih luas. Dalam pertunjukan teater atau sandiwara, berbagai karya seni akan bertemu, termasuk pertemuan karya sastra dengan musik atau pun dengan seni tari-tarian dan sebagainya.

“Dukungan Disparbud Jabar dan HU Pikiran Rakyat cukup besar artinya bagi perkembangan dan pertumbuhan bahasa dan sastra Sunda itu sendiri. Apa yang kami lakukan saat ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari apa yang telah kami lakukan sebelumnya,” ujar Dadi.

“Festival Teater Basa Sunda Pelajar” untuk pertamakalinya diselenggarakan diikuti oleh 46 peserta dengan naskah cerita, “Nu Jaradi Korban”, “Seksa”, “Si Kabayan Jadi Dukun” dan “Munapek”. Pada hari ke 16 penyelenggaraan (22/2) tampil kelompok teater, Teater 13 Senja SMAN 6 Cimahi, membawakan “Seksa” karya Dhipa Galuh Purba, Teater NOL SMAN 1 Jawilan Banten, dengan naskah “Nu Jaradi Korban” (R. Hidayat Suryalaga) dan Teater Binbak SMAK Bina Bakti Bandung, “Si Kabayan Jadi Dukun” (Moch. Amri).

 

Sumber: Pikiran-Rakyat

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here