Pemerintah, melalui Kementerian Pertanian (Kementan) telah berhasil mencetak sawah seluas 129.096 hektare pada tahun anggaran 2016. Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 588% dari luasan sawah yang berhasil dicetak pada tahun sebelumnya, yang hanya mencapai 20 ribu hektare.

Berdasarkan catatan Kementan, peningkatan pencetakan sawah ini karena adanya kerja sama pemerintah dengan TNI. Dan saat ini pemerintah dan TNI meneruskan kerja sama guna mencetak sawah lebih luas lagi.

Selain berhasil meningkatkan luasan sawah yang dicetak, kerja sama dengan TNI ini juga bisa membuat pemerintah efisien dalam hal anggaran. Untuk diketahui, berdasarkan kalkulasi pemerintah, biaya konstruksi cetak sawah yang ideal sebesar 35 juta/hektare. Namun melalui kerja sama dengan TNI, biaya konstruksi yang dikeluarkan hanya Rp19 juta.

Pemerintah memang berupaya keras agar cetak sawah ini bisa berhasil. Sebab, sebagaimana dinyatakan dalam keterangan tertulis dari Kementan, Jumat (16/6), program cetak sawah ini digulirkan guna menanggulangi masalah produktivitas pangan akibat terus berkurangnya lahan sawah karena alih fungsi lahan.

Program ini juga menjadi bagian Program Upaya Khusus (UPSUS) yang bertujuan untuk mempercepat swasembada pangan. Sekretaris Jenderal Kementan, Hari Priyono menegaskan bahwa cetak sawah merupakan salah satu janji pemerintahan Jokowi-JK kepada masyarakat pada saat kampanye pilpres 2014 lalu. Program ini pun tertuang dalam Nawacita, dengan target luasan sawah yang dicetak mencapai 1 juta hektare.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here