KUNINGAN, (PR).- Produksi buah dari sentra-sentra kebun durian di Kabupaten Kuningan sejauh ini belum mampu memenuhi permintaan pasar. Bandar besar pemasok durian pasar wilayah Cirebon, di Desa Mandirancan, Kecamatan Mandirancan, Kabupaten Kuningan Hasan Basri (38) mengungkapkan, permintaan pasar durian Kuningan setiap harinya sebagian besar dipenuhi durian dari luar Jawa.

Bandar besar pemasok durian pasar wilayah Kuningan, Cirebon, Majalengka, Indramayu, sampai Kabupaten Subang itu menuturkan, produksi buah durian lokal Kuningan sangat terbatas. “Selain itu durian dari desa-desa sentra kebun durian di Kuningan, seperti dari wilayah Kecamatan Mandirancan dan Pasawahan, rasanya kurang manis, bahkan kadang-kadang ada yang tidak ada rasa manisnya sama sekali,” kata Hasan Basri yang sedang menyortir ribuan buah durian kiriman dari Medan, Sumatera Utara, di halaman rumahnya, Minggu, 23 Juli 2017.

Hasan Basri mengaku dalam beberapa tahun terakhir pangkalannya rata-rata menerima dan mengedarkan 5.000 buah durian per minggu. Kebutuhan durian per minggu usaha di pangkalannya itu, tuturnya selama ini sebagian besar terpenuhi sepanjang tahun dengan durian dari beberapa daerah di Pulau Sumetara. Di antaranya dari Aceh, Medan, dan Padang.
“Selain dari Sumatera, kadang-kadang saya ambil dari daerah Pekalongan, Wonosobo, Jember, dan Bali,” ujarnya.

Dia menerangkan, kebutuhan durian usaha pangakalannya itu bisa terpenuhi sepanjang tahun, karena musim panen durian di daerah-daerah tersebut tidak serempak. “Misalnya  musim panen durian di Aceh biasanya antara bulan Januari sampai Februari. Habis di Aceh bulan berikutnya disusul Medan, lalu Padang. Sekarang yang lagi panen melimpah, di Medan. Duren ini pun semuanya dari Medan,” katanya.

Ditanya lebih lanjut, Hasan Basri yang mengaku sudah belasan tahun menggeluti usaha itu mengungkapkan, durian dari pangkalannya selama ini sebagian besar biasa diborong lagi oleh pedagang eceran. Seperti para pedagang khusus durian di jongko-jongko pinggiran jalan, pedagang buah-buahan yang mangkal di pasar-pasar, serta pedagang keliling bermobil.

Produksi panen terbatas

Sementara itu, sejauh pantauan “PR” kebun dan pohon-pohon durian di tanah milik penduduk di Kuningan banyak terdapat di beberapa wilayah kecamatan yang juga sering disebut-sebut sentra produksi durian. Seperti di wilaya Kecamatan Mandirancan dan Pasawahan bawahan lereng utara Gunung Ciremai, dan di daerah dataran rendah wilayah timur Kuningan seperti di Kecamatan Karangkancana, Luragung, dan Cidahu.

Menurut sejumlah penggemar durian, rasa durian lokal Kuningan terkenal manis selama ini adalah durian di KecamatanKarangkancana. Lebih dikenal dengan sebutan kadu sampay diambil dari nama Desa Sampayjaya sebagai salah satu desa sentra kebun durian di kecamatan tersebut.

Namun, sebagaimana dituturkan Hasan Basri, dan juga bandar-bandar kecil durian lokal Kuningan, seperi di antaranya Tarsa (57) bandar durian di Desa Sampayjaya, panennya hanya setahun sekali dan jumlah produksi panennya relatif terbatas.

 

Sumber : Pikiran Rakyat

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here