Sebagai ungkapan rasa dukacita atas meninggalnya Ricko Andrean, pita hitam akan tersemat di lengan para pemain Persib Bandung saat melakoni laga tandang melawan Perseru pada lanjutan Liga 1 di Stadion Mamora Serui, Sabtu 29 Juli 2017 mendatang.

Hal itu disampaikan Media Officer Persib Irfan Suryadireja. “Para pemain akan menggenakan pita hitam di lengan. Ini sebagai tanda Persib berduka,” kata Irfan, Kamis 27 Juli 2017.

Ricko Andrean yang merupakan bobotoh korban pengeryoyokan, meninggal pada Kamis pagi usai menjalani perawatan di RS Santo Yusuf, Kota Bandung. Sebelum mengembuskan nafas terakhirnya, Ricko melewati masa kritis selama 5 hari.

Mendengar kabar duka itu, para pemain Persib yang sedang berada di Serui, papua Barat pun langsung mengunggah ucapan belasungkawa melalui akun Instagram masing-masing.

Lelang jersey

Gelandang Persib Kim Jeffrey Kurniawan, sebelum bertolak ke Serui sudah berniat melelang salah satu jersey miliknya untuk membantu biaya perawatan Ricko. Jersey yang dikenakannya musim 2016 itu menjadi salah satu kebanggaannya.

“Saya rela melelangnya meski jersey itu penuh kenangan. Tapi sekarang lebih berharga dan bermanfaat dilelang untuk Ricko,” kata Kim Jeffrey Kurniawan.

Meski kini Ricko sudah meninggal, Kim Jeffrey Kurniawan tak lantas mengurungkan niatnya untuk tetap melelang jersey tersebut.

Tetangga sang kiper

Lain lagi cerita dari kiper Maung Bandung Imam Arief Fadillah. Dia merasa sangat terpukul atas meninggalnya Ricko Andrean. Ternyata, Ricko Anderan merupakan tetangga dari sang kiper.

“Saya pastinya merasa sangat sedih. Kasihan, dia orang Bandung dan dia itu tetangga saya. Rumahnya tidak jauh dari rumah saya. Kami sama-sama warga Cicadas. Hanya gara-gara disangka Jakmania, dia dikeroyok sampai akhirnya meninggal. Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT,” ujar Imam.

Imam berharap insiden tersebut merupakan kali terakhir terjadi di persepakbolaan Indonesia. ”‎Kepada bobotoh, nikmatilah pertandingan. Jangan sampai bertindak anarkis. Apalagi kita sebagai orang Sunda adalah orang yang beradab dan menjaga sopan santun,” ujarnya.

Video Youtube

Sementara itu, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo menegaskan, rekaman penganiayaan terhadap Ricko Andrean hingga tewas yang tersebar di Youtube menjadi petunjuk awal guna memburu para pelaku.

“Ada beberapa petunjuk dari olah TKP yang kami lakukan. Itu salah satu petunjuk yang akan kami pelajari bersama termasuk rekaman (video Youtube),” kata Hendro seperti dilaporkan Galamedianews.

Selain memeriksa beberapa saksi, kepolisian juga akan melakukan pemeriksaan terhadap keluarga korban.

“Karena almarhum ke GBLA tidak sendiri. Ada beberapa rekannya yang bersama-sama. Akan kami lakukan interograsi dan berita acara pemeriksaan. Semoga ada hal-hal yang bisa kami jadikan petunjuk untuk melakukan pengungkapan, siapa identitas para pelaku,” katanya.

 

Sumber : Pikiran Rakyat

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here