Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tasikmalaya melakukan tes urine terhadap anggota DPRD Kota, Senin (31/7/2017).

Dari 45 anggota dewan, hanya 36 yang terlihat mengikuti tes, termasuk para pimpinan dewan. Sejak pagi sejumlah petugas BNN Kota Tasikmalaya sudah bersiap menggelar tes.

Tidak hanya anggota dewan tapi juga semua staf Sekretariat Dewan (Setwan). Namun karena sedang ada rapat paripurna, tes urine baru terlaksana siang hari.

Sambil menunggu usai rapat paripurna, petugas BNN Kota Tasikmalaya melakukan tes urine terhadap staf Setwan. Pelaksanaan tes dilaksanakan di Gedung Banggar.

Satu per satu staf yang berjumlah 63 orang termasuk Sekretaris Dewan (Sekwan) menjalani tes urine.

“Tes urine ini menggunakan sistem rapid tes. Artinya saat urine dimasukkan ke dalam bejana khusus akan langsung diketahui kadar apa saja yang terkandung di dalamnya,” kata Kepala BNN Kota Tasikmalaya, H Tuteng Budiman, disela tes urine. Menjelang zuhur barulah anggota dewan berdatangan dan menjalani tes.

Satu per satu mereka mengisi blanko data diri dan diserahkan ke petugas untuk diganti dengan wadah rapid tes.

Sejumlah anggota dewan tampak lega karena hasil rapid tes mereka dinyatakan negatif.

Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Nurul Awalin, menyambut baik pelaksanaan tes urine di kalangan anggota dewan.

“Kami harus memberi contoh yang baik kepada masyarakat. Begitu BNN meminta kami menjalani tes urine langsung kami sambut, dan ternyata hasilnya tidak ada yang positif,” ujarnya.

Terkait ketidakhadiran sembilang anggota dewan, menurut Nurul, bukannya mereka memghindari tes urine.

Tapi kebetulan sedang dinas luar kota. “Mereka sedang dinas luar. Ada yang dinas ke Ciamis, Kota Banjar dan ada pula yang ditugaskan ke Bandung,” katanya.

 

Sumber : Tribun Jabar

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here