Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar menyerukan kepada segenap kadernya untuk mengubah sikap dalam menanggapi berbagai kampanye hitam yang kerap ditujukan kepada partai. Perubahan sikap tersebut diyakini mampu membawa kebangkitan partai menuju posisi yang lebih baik lagi.

“Sudah waktunya kader PKB bersikap lebih agresif dalam menghadapi setiap situasi yang ada,” kata Muhaimin di hadapan ratusan kader PKB peserta Musyawarah Wilayah IV Jawa Barat di Hotel Horison Bekasi, Rabu, 2 Agustus 2017.

Kurang agresifnya sikap para kader juga pimpinan tingkat Dewan Pimpinan Cabang maupun Dewan Pimpinan Wilayah ini sudah berlangsung sejak lama.
“Sejak akhir 1998, PKB sering kali difitnah dengan isu-isu ketidak-Islami-an, bid’ah, dan lainnya. Derasnya tuduhan dan fitnah itu selama ini hanya disikapi dengan diam. Tanpa ada upaya melakukan klarifikasi dengan kebenaran yang sesungguhnya,” katanya.

Demikian pula saat akhir-akhir ini muncul tudingan Nahdlatul Ulama menerima dana hingga Rp 1,5 triliun. Tuduhan tidak benar itu, semestinya diklarifikasi karena uang tersebut merupakan program kredit bagi masyarakat.

“Kampanye hitam seperti itu sudah seharusnya diserang balik dengan klarifikasi. Lebih aktiflah di sosial media untuk melakukan klarifikasi setiap muncul serangan pada partai, bersikap lebih agresif,” katanya.

Pria yang akrab disapa Cak Imin tersebut menduga, ketiadaan figur menonjol di kalangan kader merupakan salah satu akibat kurang agresifannya sikap yang ditunjukkan dalam berpolitik.

“Jika saja kader-kader serta ketua-ketua DPC punya sikap agresif tersebut, tentunya di ajang Pilgub Jabar seperti ini sudah ada tokoh internal yang muncul dan punya daya jual untuk diusung. Bukan justru seperti sekarang, semua kandidat muncul dari luar partai dan kita hanya menjadi pendukung,” katanya.

Siap berubah

Menanggapi seruan tersebut, Syaiful Huda yang didapuk sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PKB Jabar periode 2017-2022 mengaku siap menjalankan arahan ketua umum.

Menurut dia, salah satu penyebab tidak terciptanya agresivitas kader sesuai harapan tersebut ialah terlampau fokusnya perhatian pada suatu problem tertentu.

“Jadinya kurang kreatif, kurang agresif, dan itu yang akan kami ubah,” katanya.

Salah satu upaya yang akan dilakukannya ialah dengan merangkul lebih banyak segmen masyarakat yang selama ini belum terjangkau oleh PKB. Misalnya saja kalangan pedagang, petani, pemuda desa.

“Dengan menyelami lebih banyak kalangan, akan muncul sisi kreatif dalam menyelesaikan masalah yang ada,” katanya.

 

Sumber : Pikiran Rakyat

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here