Sebanyak 16 komoditi kebutuhan pangan masyarakat di Pangandaran turun harga. Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan (DKPKP) Kabupaten Pangandaran Afandi mengatakan, penurunan harga ke 16 komoditi terbesar jatuh pada komoditi cabe rawit dan cabe tanjung.

“Komoditi cabe rawit harganya turun 26 persen, pada bulan Juni harganya Rp 41.867 dan bulan Juli 2027 harganya jadi Rp.30.946 per kilogram,” kata Afandi, Jumat 11 Agustus 2017.

Dia menambahkan, komoditi yang mengalami penurunan harga ke dua terjadi pada komoditi cabe tanjung dengan persentase penurunan 17 persen.

“Pada bulan Juni harga cabe tanjung Rp.33.633 sedangkan bulan Juli 2017 Rp.27.979 per kilogram,” tambahnya.

Afandi memaparkan, komoditi lainnya yang mengalami penurunan harga adalah ubi kayu, terigu segitiga biru dan ubi jalar. Ubi kayu turun harga hingga 14 persen, terigu segitiga biru turun 13 persen sedangkan ubi jalar turun 11 persen.

“Harga ubi kayu bulan Juni Rp.3.667 bulan Juli Rp.3.150, terigu segitiga biru bulan Juni Rp.7.733 bulan Juli Rp.6.750, sedangkan ubi jalar bulan Juni Rp.4.667 bulan Juli Rp.4.150 per kilogram,” paparnya.

Sementara komoditi pangan yang harganya naik hanya 2 komoditi diantaranya bawang merah dan bawang putih. Bawang merah naik harga 3 persen sedangkan bawang putih naik harga 14 persen.

“Harga bawang merah per Juni Rp.30.167 bulan Juli Rp.31.208, sedangkan bawang putih bulan Juni Rp.33.167 pada bulan Juli menjadi Rp.37.688,” jelasnya.

Masih Wajar

Hingga saat ini, pemerintah daerah belum mengambil sikap interverensi lantaran kenaikan dan penurunan harga masih dianggap wajar dan kondisinya masih stabil.

“Jika harga komoditi kebutuhan pangan naik atau turunnya hingga 25 persen baru melakukan pencegahan dengan menggelar sidak kelapangan guna menyetabilkan harga,” pungkasnya

 

Sumber : Pikiran Rakyat

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here