Kekeringan di wilayah Kabupaten Sukabumi semakin meluas. Dampak kekeringan tidak hanya menganggu aktivitas pertanian, tapi kini telah mengancam warga untuk memperoleh air bersih.

Sepekan lalu, kekeringan hanya menyergap tiga belas kecamatan. Namun seiring hujan belum mengguyur Sukabumi, kini bertambah hingga mencapai  17 dari total 47 kecamatan. Diperkirakan kini ribuan warga mulai mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

Tidak hanya warga yang tersebar di kecamatan Sukabumi bagian selatan. Tapi sejumlah kampung dan desa di beberapa kecamatan bagian utara mengalami kondisi serupa. Bahkan sebagian besar warga terpaksa memamfaatkan air sungai untuk memenuhi kebutuhan mandi, cuci dan kakus (MCK).

Sebenarnya,  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi  telah mengelurkan surat pernyataan siaga darurat bencana. Surat yang ditandatangani Bupati Sukabumi, Marwan Hamami bernomor  360/2531/BPBD/2017 tertanggal 1 Agustus 2017 merupakan respon keluhan masyarakat untuk segera mendapatkan air bersih. Terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kami telah mendistribusikan air bersih kepada warga rawan air bersih.  Terutama warga yang benar-benar kesulitan untuk mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Usman Susilo.

Usman Susilo mengatakan surat siaga darurat bencana yang berlaku hingga  tiga bulan kedepan itu, bersikan  pernyataan  kepala daerah  memerintahkan agar seluruh dinas terkait untuk segera menyikapi kesulitan warga. Terutama warga yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

“Siaga darurat bencana berlaku hingga 30 Oktober mendatang. Tapi bila dibutuhkan dan  warga masih kesulitan untuk memperoleh air bersih akan diperpanjang. Kami menyikapi surat darurat bencana  untuk segera membantu warga memperoleh air bersih” kata

Lintas instansi bantu kekeringan

Usman Susilo mengatakan  telah melakukan serangkaian koordinasi penanggulangan bencana darurat air bersih. Tidak hanya mengoptimalkan sarana dan  prasana pendukung BPBD, tapi melakukan koordinasi dengan  Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) untuk segera mendistribusikan air bersih.

“Sejak sebulan terakhir ini,  kami telah memasokan air bersih ke beberapa titik kekeringan. Bantuan pasokan air dari Peduli Kemanusiaan Jawa Barat telah didistribusikan. Termasuk bantuan serupa dari BPBD Provinsi Jabar dan Palang Merah Indonesia (PMI),” katanya.

Sumber : Pikiran Rakyat

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here