Pemerintah Kabupaten Bekasi berencana membangun dua taman baru tahun ini. Kedua taman itu yakni Taman Bermain Cikarang Barat dan Taman Baca Cikarang Selatan. Namun, di sisi lain, rencana tersebut justru mendapat kritikan dari pemerhati lingkungan

Kedua taman tersebut rencananya akan dibangun di Jalan Raya Cikedokan Kecamatan Cikarang Barat dan di halaman Kantor Kecamatan Cikarang Selatan. Kepala Bidang Pertamananan dan Penerangan Jalan Umum pada Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bekasi, Andi Suhadi mengatakan, pembangunan tersebut akan menambah jumlah taman aktif.

“Saat ini jumlah taman aktif ada lima, sementara yang lain statusnya non aktif. Dan dengan rencana tahun ini tentunya akan bertambah lagi,” kata dia, Senin, 21 Agustus 2017.

Kelima taman yang telah aktif sebelumnya yaitu, Taman Taman Pilar yang berada di Kecamatan Cikarang Utara, Taman Citarik yang berada di Jalam Raya Lemahabang, Taman Sumberjaya di Kecamatan Tambun Selatan, Taman Sehati di Kecamatan Cikarang Timur dan Taman Ciantara di Kecamatan Cikarang Selatan.

Sedangkan untuk dua taman baru, sesuai namanya, akan difungsikan sebagai lokasi bermain anak serta wahana untuk merangsang minat baca. Nantinya, Pemkab akan menyediakan sejumlah buku yang diharapkan menjadi daya tarik, khususnya di taman bacaan. Rencana pembangunan kedua taman tersebut telah tercantum pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kabupaten Bekasi 2017. Hanya saja, Andi tidak menyebutkan anggaran yang disiapkan untuk membangun kedua taman tersebut.

Meski begitu, Andi menyatakan, taman tidak sekedar dibangun namun dilakukan pemeliharaan rutin setiap hari. Dia memastikan taman dapat digunakan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi sesuai tujuannya.

“Jadi untuk merawat dan menjaga taman aktif tersebut, ada petugas dan beberapa unit mobil tanki air yang telah disiagakan untuk melakukan perawatan setiap harinya. Untuk pemeliharaan taman di tahun ini teralokasi sekitar Rp 180 jutaan,” ujarnya.

Konsep Tidak Jelas

Sementara itu, Ketua Lembaga Kajian Advokasi dan Lingkungan (eL-Kail) Kabupaten Bekasi, Ridwan Arifin berharap Pemkab memikirkan ulang rencana membangun taman. Soalnya, dari taman yang ada saat ini justru tidak memiliki konsep yang jelas. Dari pada membangun taman baru, kata dia, lebih baik mengonsep ulang taman yang ada.

“Kita bingung dengan taman-taman yang ada itu apakah peruntukannya untuk taman edukasi, taman buat masyarakat atau ruang terbuka hijau. Nggakjelas konsepnya, ora danta,” kata Ridwan.

Mayoritas taman yang aktif, kata dia, dibangun dengan konsep taman bermain bagi masyarakat. Namun, taman bermain itu lokasinya justru tidak representatif. Taman sulit diakses masyarakat karena berada di tengah jalan raya. “Maka kami minta dipikir ulang, atau paling tidak diperbaiki jug taman yang sudah ada. Saat ini jelas taman tidak ramah anak, karena berada di jalan raya. Kalau ada anak kecil yang nyebrang jelas kan membahayakan. Untuk itu, taman yang ada saat ini itu taman bermain atau sekedar ruang terbuka hijau (RTH),” ucapnya.

Lebih lanjut diungkapkan Ridwan, jika taman telah dibangun diperuntukkan sebagai RTH, harusnya jumlah tamanannya disesuaikan. “Kalaupun diperuntukan sebagai RTH, jelas tidak memenuhi kriteria karena jika mengacu kepada peraturan yang ada, 60 persen dari lahan yang ada harus memiliki pohon lindung,” kata dia.

Berbeda dengan Andi, Ridwan justru memertanyakan upaya pemeliharaan taman yang ada. Dia menilai, taman yang telah aktif tidak terawat dengan baik. “Banyak yang nggak terawat, contoh taman di Hitachi, di Kali Ulu, bahkan di Taman Sehati itu kan taman-taman banyak yang nggak terawat dan konsepnya memang tidak jelas,” ucapnya.

 

Sumber : Pikiran Rakyat

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here