Digesernya Irjen Pol Anton Charliyan dari jabatan Kapolda Jawa Barat (Kapolda Jabar) membuat kaum adat dan budayawan yang tergabung dalam PAKUAN (Paguyuban Kerukunan Umat dan Adat Nusantara) prihatin. Mereka memandang Anton masih dibutuhkan rakyat Jabar, terutama untuk menangkal perkembangan radikalisme di Jawa Barat.

PAKUAN khawatir ideologi-ideologi radikal di Jabar kembali berkembang pasca dilengserkannya Anton.

“Pak Anton sebagai pengayom kehidupan bertoleransi antar umat beragama berhasil membangun kondusifitas, dan mencegah berbagai konflik horizontal yg sangat sensitif dan potensial berkembang di Jabar,” ujar Koordinator PAKUAN Ira Indrawardana kepada Jabar Kahiji, baru-baru ini.

Selain itu, sebagai Orang Tua Asuh para Jagabaya Linggamanik (polisi adat masyarakat Sunda), komitmen Anton dalam mendukung pengembangan dan perlindungan situs-situs budaya leluhur Sunda di Jawa Barat masih sangat dibutuhkan. Apalagi Jawa Barat ini memiliki khazanah peninggalan situs yg sering terancam oleh upaya penjarahan dan penghancuran, sehingga membutuhkan “tangan perlindungan dan kebijakan” dari Anton agar situs-situs itu terjaga.

“Menurut hemat saya, komitmen dan implementasi kebijakan Pak Anton sebagai Kapolda Jabar dalam mendukung pengembangan dan perlindungan situs-situs budaya leluhur Sunda di Jawa Barat masih sangat dibutuhkan,” kata Ira.

Selain itu, kecintaan Anton terhadap tradisi masyarakat adat Sunda yang begitu dalam masih sangat dibutuhkan dalam membantu perjuangan mempertahankan eksistensi tradisi ritus dan hukum adat kasundaan. Apalagi, saat ini sedang ada upaya pemusnahan hukum adat Sunda oleh kelompok-kelompok fanatik buta dan radikalisme keagamaan, seperti dalam kasus tanah adat Cigugur, Kuningan.

Untuk itu, PAKUAN memohon kepada Presiden RI dan Kapolri agar mempertimbangkan perpanjangan masa tugas Anton sebagai Kapolda Jabar. Menurut PAKUAN, rakyat Jabar yang gandrung akan kedamaian, toleransi dan pengokohan adat dan tradisi budaya Sunda masih membutuhkan sosok figur Bapak yang bisa jadi pengayom budaya toleransi dan pengukuh eksistensi budaya sunda seperti Anton.
“Pak Anton sebagai figur Bapak rakyat Jabar kami harap tetap bertugas sebagai Kapolda Jabar, terutama dalam menjaga ketentraman masa-masa pilkada Jabar dan Pilpres ke depan,” ujar Ira, yang juga budayawan dari masyarakat Adat Karuhun Urang (AKUR) Sunda Wiwitan Cigugur, Kuningan tersebut.

Irjen Anton Charliyan memang dikenal memliki perhatian besar dalam pengembangan budaya Sunda. Salah satu bukti perhatian itu adalah digelarnya Sawala Kebangsaan di Bumi Kiara Payung, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, bulan lalu.

Kegiatan itu bertujuan menjadikan kebudayaan Sunda sebagai solusi dari beragam permasalahan kebangsaan di negeri ini umumnya, dan Tatar Sunda khususnya. Salah satu permasalahan yang berupaya ditanggulangi oleh budaya Sunda melalui kegiatan ini adalah terorisme dan radikalisme.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here