Capture tweet Ketua BEM UI Zaadith yang memuat kata-kata "promosi PKS".

Aksi pemberian kartu kuning kepada Presiden Jokowi oleh Ketua BEM UI Zaadith Taqwa ditanggapi oleh penulis media sosial Eko Kuntadhi. Ia mengatakan, sudah jadi rahasia umum apabila kelembagaan mahasiswa seperti BEM di UI layaknya organisasi di bawah komando Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Artinya, apa yang disampaikan Zaadith itu, sebetulnya bukan murni reaksi mahasiswa yang kritis. Tetapi sekadar ulah simpatisan partai.

“Anggap saja itu protes seorang mahasiswa pemuja Erdogan pada seorang Presiden Indonesia,” kata Eko di akun Facebooknya, Minggu (4/2)

Jadi, lanjut Eko, hal wajar kalau kader PKS tidak suka sama Jokowi. Sebab, Jokowi jadi imam sholat saja mereka mencela. Bahkan, Jokowi jadi makmum mereka mencela juga.

“Mereka lebih sreg Indonesia dipimpin oleh kandidat Presiden yang bahkan Iqro satu saja belum tentu khatam,” kata Eko.

Adapun pernyataan Zaadith yang menolak disebut sebagai kader PKS dimaklumi oleh Eko. Sebab tuduhan sebagai kader PKS memang seperti dilempari kotoran unta ke wajahnya.

“Memang memalukan bila dituduh PKS, jadi ‘wajar’ bila dia (Zaadith) menolak keras tuduhan itu,” ujar Eko, setengah bergurau.

Aksi Zaadith pun mengundang simpati para pembenci Jokowi. Simpati itu terwujud dalam tawaran umroh. Zaadith pun disamakan dengan Jonru, yang juga ditawari umroh karena keberaniannya memfitnah Jokowi.

Eko berharap Zaadith sebagai mahasiswa juga menyadari jika kondisi transportasi Papua tidak dibenahi serius, wabah campak dan kelaparan sangat mungkin terjadi disana. Oleh sebab itulah pemerintah Presiden Jokowi berupaya membangun jalan dan akses di Papua.

“Nah, saran Jokowi untuk mengirim Zaadith ke Papua secara langsung juga bagus. Agar anak itu melek, bahwa pemerintah sekarang sedang berusaha menyelesaikan masalah dasar masyarakat dan membuat akses transportasi,” kata Eko.

 Sebelumnya, di media sosial beredar capture cuitan akun Twitter milik Zaadith yang memuat pernyataan ‘promosi PKS’. Capture ini beredar tak lama setelah aksi ‘kartu kuning’ untuk Jokowi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here