Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali membuat ‘drama’. Dirinya mengungkapkan kemarahan sekaligus mencurahkan isi hatinya alias ‘curhat’ kepada publik atas disebutnya nama dirinya dalam proses persidangan kasus E-KTP.

SBY merasa difitnah atas tuduhan melakukan intervensi dalam proyek e-KTP sewaktu menjabat Presiden.

“Tidak pernah namanya SBY ikut-ikutan ngurusi proyek, melakukan intervensi atas proyek,” kata SBY dalam jumpa pers di Kantor DPP Demokrat, Jakarta, Selasa (6/2).

Dalam jumpa pers tersebut, SBY tak hanya curhat tentang kemunculan namanya dalam persidangan E-KTP. Ia juga kembali menceritakan berbagai tuduhan yang pernah diarahkan kepadanya.

SBY curhat tentang betapa ia pernah dituduh menggerakkan dan mendanai aksi massa terkait kasus Basuki Tjahaja Purnama serta dituduh menggerakkan orang melakukan pemboman Istana.

Ia juga curhat soal aksi demo sejumlah orang di depan rumahnya di Jakarta, hingga pernyataan mantan Ketua KPK Antazari Azhar yang menyudutkannya.

SBY pun menegaskan bahwa dirinya siap ‘berperang’ untuk meraih ‘keadilan’.

“Ini perang saya, this is my war. Perang untuk keadilan!,” kata SBY.

Yang menarik, bukan kali ini saja SBY curhat di depan publik. Sudah sangat sering SBY curhat melalui pernyataan atau pidato, termasuk ketika masih menjabat sebagai Presiden RI. Dan akan lebih sering lagi apabila curhat melalui media sosial turut dihitung.

Yang lebih menarik lagi, karakteristik ‘baperan’ dan gemar bermain drama ini juga dimiliki oleh tokoh lain yang juga berasal dari Partai Demokrat, yakni Deddy Mizwar. Di depan publik, tokoh yang kini diusung menjadi Calon Gubernur Jawa Barat oleh partai bintang mercy itu tercatat sudah beberapa kali mengeluarkan pernyataan sambil menangis.

Pria yang kini masih menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar itu pernah meneteskan air mata saat membicarakan tentang parahnya kerusakan lingkungan yang terjadi di Jawa Barat pada Mei 2016. Kala itu Deddy Mizwar menyalahkan proyek reklamasi Jakarta, yang menurutnya sebagian besar menggunakan material dari Bogor Barat.

Kemudian pada November 2016, model iklan produk sosis ini kembali menangis. Ia menangis ketika berorasi dihadapan massa anti Ahok yang berdemonstrasi di depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat.

Entah kebetulan atau tidak, Partai Demokrat kini menjadi wadah dua tokoh baper yang kerap meluapkan perasaan di depan publik. Padahal sejatinya, seorang pemimpin hadir untuk membangkitkan semangat kaum yang dipimpin, serta mencarikan jalan keluar atas berbagai permasalahan yang dihadapi bersama.

Pemimpin yang doyan curhat dan menangis di depan orang-orang yang dipimpinnya, sejatinya hanya memberi pengaruh yang buruk bagi kaum yang dipimpin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here