Suap dan korupsi, bagaikan ‘kanker’ yang masih menggerogoti bangsa ini. Dua penyakit ini memang membuat negara kian sekarat. Negara merugi dan perekonomian pun macet akibat berbiaya tinggi.

Namun, Kota Bandung justru menjelma menjadi kota dengan biaya suap termahal. Ya, jelang akhir tahun lalu, Transparency International Indonesia (TII) menobatkan ibukota Provinsi Jawa Barat tersebut sebagai kota dengan nominal suap terbesar yang diberikan pengusaha kepada pelayan publik.

Kesimpulan tersebut merupakan salah satu survei yang dilakukan TII mengenai Indeks Persepsi Korupsi (IPK) di 12 kota di tiga wilayah Indonesia sepanjang tahun 2017. Berdasarkan hasil survei tersebut, Bandung menjadi kota dengan nilai suap yang memiliki presentase tertinggi, yakni 10,8 persen dari total biaya produksi.

Presentase nilai suap itu diperoleh dari rata-rata nominal suap yang dibayarkan kepada pelayan publik. Pihak yang dijadikan responden survei yakni antara 80-110 pengusaha dan pelaku usaha di kota Bandung. TII menggunakan data dari Direktori Sensus Ekonomi Nasional tahun 2016 sebagai data rujukan.

Hasil survei itu juga menunjukkan Bandung menjadi kota dengan potensi praktik suap-menyuap tertinggi di antara 12 kota yang disurvei. Kota-kota yang disurvei itu adalah Pekanbaru, Semarang, Padang, Bandung, Surabaya, Jakarta Utara,Medan, Banjarmasin, Pontianak, Balikpapan, Makassar, dan Manado.

Hasil survei ini sangat ironis tentunya, apabila meninjau kebijakan Walikota Bandung Ridwan Kamil yang kabarnya giat melakukan reformasi birokrasi. Pria yang akrab disapa Emil ini dikabarkan telah menelurkan beragam inovasi untuk membenahi birokrasi kota Bandung, seperti 19 inovasi yang telah diluncurkan sejak ia menjabat pada 2013. Salah satu program dari 19 inovasi itu adalah program anti korupsi dan gratifikasi (suap).

Namun, tampaknya beragam inovasi itu tak berhasil membersihkan kota Bandung dari praktik suap. Survei TII itu menjadi bukti nyata kegagalan kebijakan Emil di Bandung.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here