Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional ( PAN) Amien Rais memuji aksi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Zaadit Taqwa yang mengacungkan kartu kuning kepada Presiden Joko Widodo. Namun, ia menilai kartu kuning sebenarnya tak cukup.

“Kalau saya bukan kartu kuning, saya kasih kartu merah (untuk Jokowi),” kata Amien usai menghadiri diskusi ‘ Kartu Kuning’ dan Gerakan Mahasiswa Zaman Now’ yang digelar di Kantor DPP PAN, Jakarta, Rabu (7/2).

Amien menilai kartu merah tepat diberikan ke Jokowi, apalagi menjelang pemilu presiden 2019. Ia berharap Jokowi tak melanjutkan kepemimpinannya sampai dua periode.

Sebab Amien menilai, di sisa usia pemerintahan yang tinggal satu tahun ini, Jokowi telah gagal menyejahterakan rakyat. Ekonomi yang dibangun menurut dia hanya menguntungkan golongan kaya raya dan asing.

Sejatinya, sebelum Amien Rais berikan kartu merah pada Presiden Jokowi,  ia harus memberikan kartu merah ke partainya sendiri yang kini menjadi sarang gubernur korup.

Sudah ada tiga Gubernur dari PAN yang dijadikan tersangka oleh KPK. Ketiga Gubernur itu adalah Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam, Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti serta Gubernur Jambi Zumi Zola.

Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam diduga menyalahgunakan kewenangan terkait penerbitan izin tambang yang diumumkan pada 23 Agustus 2016.  Potensi kerugian keuangan negara Rp 3 triliun akibat kasus ini.

Dan Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti terjerat kasus proyek pembangunan peningkatan jalan Tes-Muara Aman dengan nilai proyek Rp 37 miliar serta pembangunan peningkatan jalan Curup-Air Dinginyang bernilai Rp 16 miliar.

Sedangkan Gubernur Jambi Zumi Zola diduga gratifikasi sebesar Rp 6 miliar terkait sejumlah proyek di Jambi.

Meski sejumlah Gubernur dari partainya itu terjerat kasus korupsi dan suap, PAN tampak tak berbuat banyak untuk membenahi kondisi internal partainya. Alih-alih melakukan pembenahan, PAN justru menganggap salah satu kadernya yang dijadikan tersangka oleh KPK, yakni Zumi Zola sebagai kader teladan.

“Sebagai tokoh yang punya rekam jejak boleh dibilang cukup berpengalaman. Kami apresiasi ketika Zola lakukan gebrakan khususnya akselerasi ekonomi di Jambi, role model di internal PAN,” kata Sekjen PAN Eddy Soeparno sebagaimana dikutip Kompas.com, Selasa (6/2).

Dan, Amien Rais tidak menaruh perhatian pada kejanggalan yang terjadi di partainya sendiri. Perilaku Amien itu bagaikan “Kutu di seberang lautan terlihat, tapi gajah di pelupuk mata tak tampak”. Amien mengabaikan kenyataan ketika partainya ‘memproduksi’ para gubernur korup, tapi sangat rajin mencela pemerintahan Presiden Jokowi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here