Ada yang menarik dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Meski calon gubernur (cagub) Lampung yang mereka usung, Mustafa Ahmad Jajuli sedang terjerat kasus hukum di KPK, namun DPW PKS Lampung tetap mendukung Mustafa.

“Kami tetap melanjutkan perjuangan pencalonan pasangan Mustafa-Ahmad Jajuli. Kami bertekad dengan niat yang lurus (untuk) maju terus,” kata Ketua Umum DPW PKS Lampung Ahmad Mufti Salim seusai Deklarasi Pilkada Damai di Bandar Lampung, Minggu (18/2).

Mufti Salim menyatakan, jajaran pengurus dan kader PKS tetap solid mendukung dan memenangkan Paslon Mustafa – Aja. PKS juga menegaskan paslon yang mengusung Program Kece tersebut tidak akan mundur dari pencalonan.

Bahkan, tim pemenangan dari PKS akan tetap bekerja ekstra keras untuk paslon tersebut agar Provinsi Lampung “lebih baik” lagi ke depan.

Tersangka Bupati Lampung Tengah (nonaktif) Mustafa ditahan KPK terkait kasus suap kepada DPRD senilai Rp 1 miliar. Kasus suap tersebut untuk memuluskan persetujuan atas langkah Pemkab Lampung Tengah meminjam dana kepada PT Sarana Multi Infrastruktur di Jakarta untuk pembangunan infrastruktur di Dinas PUPR sebesar Rp 300 miliar.

Keputusan PKS tetap mengusung Mustafa itu agak aneh. Sebagai partai yang mengklaim diri partai ‘dawah’, tentu agak rancu apabila PKS tetap mendukung seorang tersangka kasus suap. Padahal, Partai Hanura saja sudah tak lagi berharap terhadap cagub Lampung Mustafa setelah yang bersangkutan terjerat kasus tersebut.

Dalam Pilkada Nusa Tenggara Timur, ada juga contoh bagus. PDI Perjuangan memutuskan menarik dukungan dari Marianus Sae setelah Bupati Ngada itu ditangkap KPK terkait kasus suap.

Dan tatkala PKS yang notabene partai ‘agama’ itu memutuskan tetap mendukung Cagub yang terjerat kasus suap dalam Pilgub Lampung, maka hal itu memperlihatkan betapa partai ini tidak menganggap penting kredibilitas dalam menetapkan calon kepala daerah. Dalam arti lain, PKS sangat lemah ‘iman’nya dalam penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dari korupsi dan suap.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here