Pondok pesantren menjadi salah satu fokus Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 2 TB Hasanuddin atau Kang Hasan dalam membangun generasi yang religius dan meningkatkan pendidikan berkarakter di Jawa Barat. Melalu program ‘Sakola Gratis’ yang ia gulirkan, Kang Hasan menegaskan akan menganggarkan satu triliuan rupiah per tahun bagi pengembangan pendidikan di pondok pesantren.

“Saya punya 7 program unggulan salah satunya program ‘Sakola Gratis’, termasuk didalamnya pondok pesantren yang akan diberikan 1 triliun pertahun, dan sesuai niat saya insyaallah Amanah,” ungkapnya dihadapan para ulama saat menghadiri Silaturahmi MUI dengan DKM Se-Jabar, di Kota Bandung, Rabu (21/2/2018).

Kang Hasan memaparkan, program Sakola Gratis tersebut merupakan program untuk memberikan pendidikan secara gratis kepada seluruh masyarakat di Jawa Barat mulai dari SD, SMP hingga tingkat SLTA.

“Khusus untuk Pesantren ini penting untuk membina akhlak generasi muda, Saya yakin Pesantren bisa dan kita akan memberikan perhatian penuh,” jelas Kang Hasan.

Pendidikan, ungkap Kang Hasan, adalah faktor penting dalam mencetak generasi unggul yang mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan Jawa Barat.

“Program Sakola Gratis ini, pendidikan gratis yang sebenarnya, tidak ada embel-embel apapun lagi, Gratis. Sehingga tak ada alasan lagi untuk tidak mengenyam pendidikan karena biaya,” tagasnya.

Terkait politik uang dan politisasi SARA, Kang Hasan menegaskan, tidak akan menggunakan cara yang akan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa tersebut. Kang Hasan mengajak kepada rakyat Jawa Barat untuk tidak bermain SARA dan tidak menebar  fitnah.

“Saya tegaskan jangan jadikan pesta demokrasi sebaga pemecah belah dengan melontarkan sara dan fitnah, berkampanye harus sesuai aturan undang-undang,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris MUI Jawa Barat Rafani Achyar menyampaikan, seluruh pasangan calon Cagub-Cawagub Jabar diundang dalam kegiatan Silaturahmi tersebut guna memastikan terwujudnya Pilkada Jabar yang kondusif dengan menolak politik uang dan politisasi sara. Namun, hanya satu calon yang hadir yakni Cagub Nomor Urut 2 Kang Hasan.

“Pada kegiatan ini kami mengundang keempat paslon pada pilgub Jabar 2018, namun yang datang Hanya Kang Hasan. Undangan tersebut bertujuan untuk mendengarkan respon calon terkait aspirasi ulama dan apa yang disampaikan Bawaslu,” ujarnya

Kegiatan tersebut diisi dengan dialog terkait aturan kampanye yang bersih dari politik uang dan politisasi SARA serta mendengar aspirasi para ulama yang dihadiri oleh Ketua Bawaslu Jawa Barat Harminus Koto, Perwakilan MUI Pusat Mustofa jamaludin, serta Ketua MUI Kabupaten/Kota.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here